Tak diragukan lagi,sekarang ini ada dua orang Afro- Amerika paling kondang sedunia,yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan mendiang Raja Pop Michael ”Jacko”Jackson.
NAMUN, ketika jutaan orang di dunia menyisakan waktu mereka pekan lalu untuk menyaksikan prosesi kebaktian untuk Jacko, di Los Angeles,Obama justru tampak terus menjauh, menjauh, dan menjauh. Saat prosesi itu dilakukan di Staples Center,Obama sedang berada di Moskow untuk menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Dia melakukan negosiasi tentang pembatasan senjata dan sebagainya yang jelas-jelas tidak ada kaitannya untuk memberikan penghormatan kepada Jacko. Namun, bahkan, sebelum Obama meninggalkan Amerika, Gedung Putih tampak sekali menjauhkan diri dari hiruk-pikuk kedukaan akibat kepergian salah satu ikon pop global itu.
Gedung Putih tampak membuat jarak antara pemerintahan Obama dan eventpenghormatan kepada Jacko. Tidak ada isyarat publik dari kantor presiden saat Jacko meninggal. Bahkan tidak juga penghormatan resmi terhadap salah satu orang Amerika paling terkenal di masa ini.
Obama juga tidak memberikan komentar langsung atas meninggalnya sang Raja Pop. Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan,Obama telah menulis surat kepada keluarga Jackson dan mengungkapkan perasaan berduka dengan mereka secara pribadi. ”Dia mengatakan kepada saya bahwa tak diragukan lagi,Michael Jackson adalah penampil spektakuler dan ikon musik.
Saya kira semua orang ingat mendengarkan lagu-lagunya,menyaksikan tarian moonwalk-nya di televisi saat ulang tahun ke-25 Motown.Tapi Presiden juga mengatakan (Jacko) punya aspek kehidupan yang menyedihkan dan tragis,” ujar Gibbs sebagaimana dikutip Newsweek, dua hari setelah kematian Jacko. Ketika ditekan reporter untuk memberikan pernyataan publik terkait kematian Jacko pada 25 Juni silam,Obama terkesan sangat hati-hati dalam pemilihan kata untuk menjawab tantangan itu.
”Dia adalah bagian inti kebudayaan kita. Bakat luar biasa dan musiknya bercampur dengan tragedi dan kesulitan dosis tinggi dalam kehidupan pribadinya,”tutur Obama dalam wawancaranya de-ngan CNNpada 7 Juli lalu. ”Tragedi dan kesulitan dosis tinggi” adalah frase halus untuk merujuk pada tuduhan pelecehan seksual kepada anak-anak, perubahan aneh pada penampilan Jacko, dan penyebab kematiannya yang sampai saat ini masih terus diselidiki.
”Ketidaktertarikan” Gedung Putih ini juga ”diikuti” anggota Kongres dari Republikan Peter King. ”Orang ini aneh, dia peleceh anak-anak. Saya kira kita terlalu benar secara politik. Tak ada yang mau berdiri dan mengatakan kita tidak butuh Michael Jackson,”ujarnya. Namun, Jacko punya pembela di Kongres.
Anggota Kongres dari Demokrat Sheila Jackson-Lee memujinya pada pemakamannya dan tidak memikirkan masalah masa lalu pelantun Billie Jean itu. Obama tampaknya tidak mau jadi bagian dari debat itu. Dia hanya mengungkapkan sedikit kata, memberikan simpatinya dan membiarkan Michael Jackson berada di ”tangan” orang-orang yang ingin berduka atas kepergiannya. Kenyataannya, Michael Jackson telah memenangi kontes popularitas Presiden Obama. Jackson saat ini punya teman lebih banyak ketimbang Obama di laman Facebook- nya. (CNN/AFP/ the celebrity cafe/alvin)
Filed under: Uncategorized Ditandai: | kematian Jacko, pelecehan seksual, Popularitas Presiden AS, Raja Pop, Staples Center
