Dua hari atau 48 jam sebelum meninggal dunia , Michael Jackson sempat bekerja keras memproduksi sebuah rekaman video, “Dome Project” yang menjadi rekaman video terakhirnya, lapor kantor berita AS, The Associated Press (AP), Selasa (30/6). Jacko sedang mempersiapkan diri untuk konser di London dibantu teknologi tinggi, tiga dimensi (3D). Diantaranya, dari album terlarinya, “Thriller” menjadi latar belakang aksi panggungnya. “Itu usaha keras darinya untuk pertama kali,” jelas Vince Pace, pemilik perusahaan yang menyediakan kamera syuting 3D.
“Karena Jacko telah meninggal dunia, itu menjadi dokumen terakhir aksi panggungnya yang direkam video,” ujar Pace. Sedangkan dua orang yang mengetahui proyek rahasia itu menghubungi AP, Senin (29/6). Mereka mengatakan proyek itu dilaksanakan di Culver Studios, tempat rekaman video ‘Thriller’ pada 1983.
Syuting proyek itu dilaksanakan dari 1 sampai 23 Juni lalu dengan Jackson sebagai bintang panggung. Sebagian proyek itu telah rampung bersamaan dengan meninggalnya Jackson dan direncanakan rampung akhir bulan depan. Menurut salah seorang kru proyek itu, dengan wajah pucat dan kurus, Jackson tiba dengan kawalan ketat penjaga keamanan.
Syuting dilaksanakan secara marathon, berakhir pada pagi hari. Salah satu adegan, penari pria memakai sabuk tukang kayu. Pada Selasa (23/6), aksi panggungnya dengan latar ‘This Is It’ menjadi kegiatan terakhirnya di dunia musik. Sebuah sumber yang melihat hari-hari terakhir Jacko mengungkapkan: “Michael etrlihat lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.” “Dia sedang mempersiapkan sebuah show yang luar biasa,” jelasnya. “Dia sempa tertawa dan bercanda dengan para penari.
Dia terlihat sangat enerjik dan sulit dipercaya, 48 jam kemudian, dia meninggal dunia,” tambahnya. Fotografer Kevin Mazur yang merekam syuting itu mengatakan: “Saat dia beraksi di atas panggung, saya terkejut, si ajaib Michael Jackson telah kembali.” Sementara, menurut situs Stimulated, perusahaan AEG ingin melanjutkan rencana konser Jackson di London. “Sebuah teknik digital tingkat tinggi akan mampu menampilkan Jacko dalam bentuk siluet di atas panggung. Tapi semua itu masih dalam proses diskusi promotor.
Dengan teknologi tersebut, Jacko akan terlihat nyata muncul di panggung dan berinteraksi dengan penonton. “Pihak eksekutif setuju ide itu,” imbuh pejabat AEG. Menurut sahabat dekat Jacko, Mark Lester, ketiga anak Jacko akan berada di lokasi konser untuk menyaksikan penampilan ayahnya untuk pertama kali.
“Jacko selalu ingin anaknya melihat aksi dia di panggung untuk membuktikan bahwa ayahnya-lah yang terbaik,” jelas Mark. Lantaran Jacko keburu meninggal pada Kamis, 25 Juni 2009, sang kakak yakni Janet Jackson bakal mengisi konser bertajuk ‘This is It’ itu. Selain Janet, Jackson 5 juga tengah dilobi untuk ikut mengisi konser yang digelar di O2 Arena, London, Inggris, mulai 13 Juli 2009 hingga Maret 2010.(Serambiindonesia,muh)
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Dome Project, kamera syuting 3D, Michael Jackson telah kembali, teknik digital tingkat tinggi, video terakhirnya
